Belasan orang di Balikpapan menjadi korban penipuan modus investasi dengan iming-iming keuntungan yang menggiurkan. Beberapa korban diantaranya adalah DS (33), A (24), serta S (38). Mereka bertiga mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah, bahkan ada yang lebih dari Rp 1 miliar.

Salah satu korban, S menceritakan dirinya bisa tertipu lantaran diajak investasi pengadaan barang oleh pelaku. Usai berinvestasi awalnya kerjasama berjalan lancar termasuk pemberian keuntungan dan ada juga yang sudah menerima pengembalian modal dan keuntungan. Seiring berjalannya waktu, mulai muncul permasalahan. "Cuma ketika mulai tanam modal baru, mulai macet dari Desember 2021 sampai sekarang," kata S, Minggu (28/8) sore.

Dia pun merasa janggal dengan hal itu, akhirnya meminta pertanggungjawaban dari pelaku dan diselesaikan secara baik-baik. Karena dia sendiri mengalami kerugian dari awal menanam modal dari jutaan hingga total kerugian Rp 46 juta dengan iming-iming keuntungan hingga 17 persen dari modal yang ditanam.

Sementara itu, korban inisial A mengalami kerugian hingga Rp 65 juta. Dia bisa tertarik lantaran melihat teman kerjanya yang ikut investasi dan ternyata ada hasil. Awalnya modal hanya dari jutaan, lama kelamaan nambah lagi hingga akhirnya total modalnya Rp 64 juta dan tidak kembali sampai sekarang.

"Awalnya lancar. Saya itu ngambil uang di bank dengan asumsi bisa mencicil bank dengan keuntungannya," kata A. Dirinya berharap kasusnya segera selesai dan pelaku bisa dihukum sesuai dengan apa yang diperbuat dan aset yang dimiliki pelaku agar bisa disita dan dikembalikan ke para korban. "Jika uang tidak ada, setidaknya si pelaku diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," pungkasnya.

Sementara itu korban inisial DS juga mengalami kerugian cukup besar, lebih dari Rp 1 miliar.  Dia menceritakan, awal mulanya dia bisa tertipu lantaran pelaku inisial MK merupakan teman kerjanya di sebuah perusahaan. "Pada dasarnya MK ini modusnya menjadi partner bisnis di perusahaan saya. Awal mula bisnis bukan investasi," ungkap DS.

Dengan berjalannya waktu, pelaku menawarkan proyek di beberapa perusahaan kepada dirinya. Akhirnya DS pun tertarik dan menanam modal hingga 1,4 miliar. Namun karena terlalu percaya dengan iming-iming akan mendapat keuntungan setelah 45 hari, dirinya berani memberikan modal yang tidak sedikit.

"Namun 3 bulan kemudian resah dan akhirnya terbongkar dan sampai sekarang kita belum terima hasil investasi," jelas DS. Adapun langkah selanjutnya yang akan diambil DS, akan melaporkan ke polisi untuk perusahaan milik tersangka yang digunakan untuk melakukan penipuan terhadap para korban. (jam/cal)