Menindaklanjuti instruksi Kapolri untuk memberantas perjudian online, Polda Kaltim akan berusaha untuk memberantas praktik perjudian itu. Tidak hanya memberantas praktik dan para pelakunya saja, namun pihaknya juga akan berusaha memberantas siapa di balik praktik perjudian online.

Dirreskrimsus Polda Kaltim Kombespol Indra Lutrianto Amstono menegaskan, pihaknya juga akan melakukan pengungkapan siapa di balik judi online yang ada di masyarakat.

"Untuk beking kita akan mengikuti apa yang menjadi kebijakan Pak Kapolri, bahwa kita akan mengungkap sampai ke siapa di belakangnya (yang membekingi perjudian,Red.)," tegasnya.

Indra menambahkan, bahwa proses pengungkapan kasus perjudian hingga saat ini masih terus berjalan dan pihaknya terus mendalami hingga terungkap siapa di balik semua itu.

"Kami sedang mendalami terkait apa yang kita lakukan penangkapan, kita runtut terus. Apabila ada bekingnya, kita lakukan penangkapan di situ," jelasnya.

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombespol Yusuf Sutejo juga memperjelas apa yang disampaikan oleh Dirreskrimsus Polda, bahwa di kepolisian tidak ada yang menjadi beking kasus judi online maupun kasus lainnya.

"Kapolri sudah bilang dan Kapolda akan menindaklanjuti bahwasannya tidak ada yang beking-bekingi apalagi judi narkoba itu," tegas Yusuf.

Dia meminta jika memang ada yang jadi beking, agar bisa melaporkan dan akan dilakukan penindakan."Kalau ada informasi sampaikan, kita gerebek ramai-ramai," imbuhnya. Yusuf menambahkan, untuk di Balikpapan sendiri polisi sudah melakukan pemberantasan di kawasan Gunung Bugis terkait narkoba dan ada hasil.

"Mereka akan selalu kucing-kucingan dengan aparat. Tempatnya disikat, lari ke tempat lain. Artinya itu menunjukkan bahwa kalau dibekingi oleh aparat nggak mungkin mereka kucing-kucingan. Kalau ada aparat yang bekingi, pasti yakin mereka," bebernya.

"Kalau mereka lari-larian gini kan berarti mereka nggak nyaman," tandasnya. (jam/cal)