Meski masih dalam status sengketa lahan, Pemerintah Kota Balikpapan tetap melanjutkan proses lelang manajemen konstruksi untuk pembangunan Rumah Sakit Tipe C di Kecamatan Balikpapan Barat (Balbar).

"Yang manajemen konstruksi sudah mulai pelaksanaan lelang tendernya, ini kan butuh waktu lama. Kemudian nanti disusul tahun depan itu tender fisiknya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti  yang akrab disapa Dio kepada wartawan, Selasa (30/8).

Ia menjelaskan, saat ini ada dua tahapan pembangunan rumah sakit di kawasan Kecamatan Balikpapan Barat yakni tender konsultan manajemen konstruksi dan kajian pembuatan analisis dampak lingkungan (Amdal).

Menurutnya, untuk pelaksanaan tender manajemen konstruksi ini, total anggaran yang dialokasikan tercatat mencapai Rp 4 miliar.

Dia menyampaikan, bahwa proses tender manajemen konstruksi itu akan memakan waktu sekira tiga bulan, hal itu dilakukan agar saat penetapan pemenang dari kedua tender tersebut bisa dilakukan pengerjaannya dengan baik.

Meski begitu, Dio memastikan tahun ini, manajemen kontruksi masuk tahap lelang tender. Karena telah dianggarkan. Hal itu langsung akan dilakukan setelah proses tendernya selesai.

Di mana, proses tender sendiri untuk tender manajemen konstruksi saja setidaknya butuh waktu sekitar tiga bulan. Sedangkan tender fisik paling tidak tiga bulan lamanya.

"Itu kan multiyears, minimal 18 bulan pembangunan. Tahun ini tetap harus dimulai, kan sudah dianggarkan. Nunggu selesai tender manajemen konstruksinya dulu," terangnya.

Untuk diketahui, pembangunan rumah sakit tipe C ini, menggunakan sistem multi years dalam pengerjaannya dengan total anggaran Rp 150 miliar. Yakni mengunakan APBD Kota Balikpapan tahun 2023.(djo/vie)