Kasus perkelahian yang disebabkan permasalahan jemuran yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia pada Selasa (30/8) lalu di Balikpapan Barat, saat ini memasuki babak baru. Korban SF yang usai kejadian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, sudah mendapatkan persetujuan pihak keluarga untuk dilakukan otopsi.

"Sudah diotopsi di RS Bhayangkara Balikpapan, sehari setelah kejadian. Keluarga korban sudah setuju," ungkap Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Djoko Purwanto yang dihubungi Balikpapan Pos, Jumat (2/9).

Pihak Polsek Balikpapan Barat saat ini masih menunggu hasil otopsi RS Bhayangkara. Sehingga dengan hasil tersebut bisa diketahui dengan jelas penyebab utama kematian korban. Diakui Djoko hasil otopsi memakan waktu tidak sebentar, biasanya sampai 14 hari.

"Kasus masih lanjut, kita menunggu hasil otopsi. Untuk otopsi kan lama, bisa 14 hari. Kita menunggu hasilnya dari dokter," imbuhnya.

Sembari menunggu hasil otopsi, Polsek Barat telah memeriksa beberapa saksi yang ada di TKP untuk melengkapi informasi yang dibutuhkan guna mengusut tuntas kasus ini. "Sudah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi yang ada di TKP pada saat kejadian," tutup Djoko.

Seperti diberitakan sebelumnya, gara-gara jemuran, warga Baru Ulu berkelahi hingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia pada Selasa (30/8) lalu. Penyebab utamanya adalah tali jemuran.

"Persoalan tali jemuran, yang mana korban dan keluarganya menjemur pakaiannya di jemuran milik tersangka atas nama SL (63)," kata Kapolsek Balikpapan Barat, Djoko Purwanto.

SL merasa keberatan setelah istri korban berinisial DM menjemur pakaian di tempat miliknya. Akhirnya SL memutus tali jemuran dan mengambilnya. Hal itu dilihat oleh korban SF yang merupakan suami DM.

"Korban yang pekerjaannya sopir, melihat pakaiannya terhambur, lalu mendatangi SL," imbuhnya. SL merasa takut dikeroyok oleh SF dan DM, sehingga mengambil bambu yang ada di jemuran, lalu memukul secara membabi buta.

"Tapi tidak tahu terkena siapa saja. Keterangan dari SL seperti itu. Setelah itu, sebetulnya korban ini mau melerai, memeluklah SL dari depan. Akhirnya korban SF digigit bagian dadanya dan tangannya dan didorong," bebernya.

Setelah kejadian, ada selang waktu sekira 1 jam, baru korban meninggal dunia setelah dari kamar mandi.

"Jadi meninggalnya bukan di TKP perkelahian. Jadi sempat masuk ke rumah, sempat ke kamar mandi. Kata istrinya, korban mau buang air lalu jatuh,” tambahnya. (moe/cal)