Rencana pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diduga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga telur di daerah. Di Kota Balikpapan, harga telur naik pada kisaran harga Rp 1.800 hingga Rp 2.000 per butir. Dari harga semula yang berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 1.700 per butir.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan Heria Prisni mengatakan, kenaikan harga telur ini dipengaruhi oleh biaya produksi dan biaya transportasi. Hal itu karena sebagian besar pasokan telur yang ada di Kota Balikpapan dipasok dari luar daerah yakni Sulawesi dan Surabaya.

“Memang untuk saat ini harga sedang melonjak. Dan memang pasokan telur di Balikpapan itu paling banyak dipasok dari Sulawesi dan Surabaya,” kata Heria ketika diwawancarai wartawan, Jumat (2/9).

Meski kenaikan harga, ia memastikan persediaan telur di Kota Balikpapan masih cukup. Cuma untuk biaya produksi dan biaya transportasi tinggi. Maka otomatis akan mempengaruhi harga dari komoditas tersebut.

Ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan telur, Kota Balikpapan ini hanya mampu memasok sekitar 8,09 ton. Sehingga memang sisanya itu lebih banyak dipasok dari luar atau sekitar 92 persen. Balikpapan hanya mampu berkisar 8 persen. Sedangkan kebutuhan untuk masyarakat Kota Balikpapan itu dalam satu tahun itu berkisar 446.430 ton. Dengan perhitungan untuk konsumsi telur di masyarakat berkisar 7,57 kilogram per orang per tahun. (MAULANA/KPFM)