Belasan rumah warga di RT 5 Kelurahan Batu Ampar (Batam), Kecamatan Balikpapan Utara, sering kebanjiran pada saat terjadi hujan. Hal itu disebabkan adanya aktivitas salah satu pengembang perumahan yang sedang melakukan pematangan lahan di wilayah RT 4, yang mana kondisi tanahnya sangat terjal.

Dari aktivitas tersebut, tanah dan pondasi beton yang berada di bagian bawah yang berbatasan dengan sungai alam dan permukiman warga bergeser. Sehingga sungai yang awalnya lebar 2 meter, kini menjadi semakin sempit dan menyumbat aliran air.

Ketua LPM Batu Ampar Fauzi Adi didampingi ketua RT 5 beserta beberapa warga saat berada di lokasi menjelaskan, bahwa aktivitas tersebut dilakukan oleh pengembang yang pertama dengan tanpa izin dari RT sekitar, hanya izin ke RT 4 saja.

Namun dengan berjalannya waktu, terjadi hujan deras dan ada pergerakan tanah yang berimbas ke permukiman warga RT 5 yang posisinya berada di bawah.

Akhirnya dari kejadian tersebut pengembang pertama menyerah dan dilanjutkan oleh pengembang kedua. Selanjutnya membuat siring untuk menahan tanah yang bergerak, akan tetapi pelaksanaan tidak sesuai dengan spesifikasi, sehingga siringan pun ikut bergeser dan hampir roboh ke rumah warga.

Adi menambahkan, pihaknya telah melakukan mediasi beberapa kali dengan dinas terkait, salah satu keputusannya adalah rencana pada Senin (5/9) Satpol PP akan melakukan penutupan sementara aktivitas di lokasi tersebut.

"Tidak ada aktivitas apapun selain memperbaiki daripada perbaikan siring. Aktivitasnya adalah untuk membuat siringan agar lebih kuat," kata Fauzi Adi, Sabtu (3/8).

Pihaknya juga berencana membuat berita acara untuk melaporkan pengembang perumahan tersebut ke Polres, agar pihak pengembang melakukan perbaikan dan penanganan.

"Setelah ada penanganan dan siring bisa bagus sebagaimana layaknya, baru silahkan pengembang melanjutkan pengembangan perumahan ini," jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 5 Iskantri menjelaskan, akibat dari aktivitas pengembang perumahan tersebut, warga mengalami kebanjiran karena aliran air yang tertutup.

"Saya mau setelah ini cepat ditangani, supaya drainasenya bisa lancar. Ini benar-benar tertutup, dulu lebar dan dalam. Sebelumnya nggak ada masalah banjir sama sekali di sini," imbuh Iskantri.

Disebutkan, ada 11 rumah yang terdampak di RT 5 tersebut.

Sekretaris RT 5 Marjuli menambahkan, tidak hanya banjir yang dirasakan warga, namun masyarakat juga merasa trauma dengan kejadian tersebut. (jam/cal)