Ditreskrimsus Polda Kaltim berhasil mengamankan 2 orang pelaku penambangan ilegal di KM 48 Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Jumat (2/9) lalu.

"Aksi penambangan di Kabupaten Kutai Kartanegara berada di jalan poros Balikpapan-Samarinda KM 48 Kecamatan Samboja, " kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombespol Yusuf Sutejo, Minggu (4/9).

Petugas Ditreskrimsus Polda tidak hanya mengamankan 2 pelaku, namun juga mengamankan beberapa barang bukti.

"Selain menangkap 2 orang tersangka, juga mengamankan barang bukti berupa 2 unit ekskavator jenis PC 210 dan tumpukan batu bara" jelas Yusuf.

Pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku penambangan ilegal, karena dampak yang ditimbulkan sangat buruk bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Kedua pelaku akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Sesuai Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral batu bara," jelas Yusuf.

Selain itu, kedua pelaku juga dikenakan Pasal 89 Ayat 1 huruf A UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengerusakan hutan Jo Pasal 55 Pasal 56 KUHP.

"Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 miliar," pungkasnya.

Sementara itu Dirreskrimsus Polda Kaltim, Kombespol Indra Lutrianto Amstono menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan KLHK terkait lokasi penambangan ilegal tersebut, apakah sama dengan yang ditemukan Kodam VI Mulawarman dan Gakkum KLHK pada Meret 2022 lalu.

"Saat pengungkapan Maret lalu, kami tidak terlibat. Kami masih akan berkoordinasi dengan Gakkum KLHK untuk mendapat kepastian apakah lokasinya sama," tutur Indra. (jam/cal)