Pemerintah Kota Balikpapan berencana menaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2023 nanti menjadi Rp 1,1 triliun. Rencana kenaikan PAD ini setelah melihat kondisi perekonomian kota Balikpapan yang mulai membaik.

"Rencananya target PAD untuk tahun 2023 ada pada angka Rp 1,1 triliun. Untuk mencapai target tersebut kami akan mencoba untuk melaksanakan inovasi program di sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)," kata Plt Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham kepada Balikpapan Pos, Minggu (4/9).

Kemudian, pelaksanaan Zona Nilai Tanah (ZNT) yang ada di kota Balikpapan. Khusus untuk Kecamatan Balikpapan Selatan, Balikpapan Kota, Balikpapan Utara dan Balikpapan Tengah.

Dia berharap, semoga pada 2022 ini bisa sampai dengan 100 persen untuk ZNT dan updating data. Maka potensi besar yang bisa digali adalah penerimaan dari sektor PBB.

"Kedepannya kita akan mencoba menyesuaikan arak kebijakan terkait tentang Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Jadi di aturan itu NJOP akan selalu diperbarui tiga tahun sekali dan juga tergantung pada pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah," terangnya.

Menurutnya, untuk satu tahun itu bisa dinaikan, tapi khusus di daerah yang pertumbuhan ekonominya begitu pesat. “Contoh kalau kita lihat segmentasi kelurahan yang ada di kota Balikpapan yang  pertumbuhan ekonominya pesat itu berada di Kelurahan Damai, Klandasan Ulu dan Klandasan Ilir serta beberapa wilayah di Balikpapan Tengah,” akunya.

Selain itu, lanjut Idham, ekonomi di Kota Balikpapan saat ini juga sudah mulai membaik, justru bisa dibilang lebih baik. Sehingga diharapkan dapat menopang target  PAD pada tahun 2023.

"Salah satu indikatornya adalah realisasi penerimaan pendapatan pajak hotel, restoran, hiburan, dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang mengalami peningkatan signifikan di tahun 2022 ini," pungkasnya.(djo/vie)