Kepemilikan lahan untuk pembangun SMP Negeri 25 Balikpapan, di Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat sedang dituntaskan oleh Pemerintah Kota Balikpapan sebab ada warga yang mengaku lahan tersebut miliknya.  

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pujiono saat dikonfirmasi Balikpapan Pos, mengatakan, saat ini pihaknya belum dapat menjelaskan lebih rinci dan berbicara banyak. Karena permasalahan kepemilikan dan ganti rugi lahan ini masih dibahas oleh pemerintah kota Balikpapan.

Apakah Pemkot Balikpapan memiliki sertifikat atau segel atas lahan tersebut, ia menuturkan, hal ini masih dirapatkan, nanti Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud yang menjelaskan.

"Saya tidak berani menjelaskan, apakah pemerintah kota memiliki sertifikat atau segel. Saya takut menjelaskan ke publik takutnya simpang siur. Jadi biar Wali Kkota yang menjelaskan. Saya tidak bisa ngomong banyak, khusus buat permasalahan lahan SMPN 25 Balikpapan," kata Pujiono kepada Balikpapan Pos, lewat ponselnya, pada  Minggu (4/9)

Ia mengaku, Pemkot dan pihak-pihak terkait telah melakukan diskusi beberapa hari yang lalu.

“Jadi nanti semua Lurah di Balikpapan Barat akan dipanggil. Untuk ditanya terkait duduk permasalahannya seperti apa. Sehingga nanti pak Wali Kota yang akan menjelaskan,” katanya.

Dia menuturkan, sebenarnya dirinya tidak mau diwawancarai terkait permasalahan ini. Karena permasalahan ini belum klir sehingga takutnya simpang siur di berita. Oleh sebab itu pihaknya ingin melengkapi data terlebih dahulu.

"Inikan baru liat dari sisi warga saja. Jadi secara komprehensif kami akan menyiapkan datanya dulu, kemudian kita serahkan ke Wali Kota untuk menjelaskan,"akunya.

Menurutnya, pembangunan SMPN 25 Balikpapan saat ini sudah berjalan, kemudian ada masyarakat yang mengakui memiliki lahan tersebut. Untuk itu, dirinya tidak berani menjelaskan lebih rinci.

“Jadi kita menunggu klir dulu. Sebab dalam waktu dekat ini kami akan melakukan rapat secara komprehensif bersama Wali Kota dan OPD terkait," pungkasnya.(djo/vie)