Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim saat ini tengah menggodok mekanisme kurikulum double track atau program jalur ganda. Penerapan kurikulum ini nantinya akan berlaku untuk seluruh SMA di Kaltim.

Kepala Disdikbud Kaltim M Kurniawan mengatakan, kurikulum double track merupakan inovasi atau terobosan dalam rangka penguatan kompetensi siswa. Dengan tujuan, meningkatkan keterampilan dan potensi akademik siswa.

“Untuk saat ini, dari awal September hingga Oktober kami tengah melakukan tahap awal penggodokan bersama tim efektif. Ini kami juga telah melakukan pendekatan untuk MoU dengan ITS. Dalam rangka penyusunan kurikulum dual track,” tuturnya saat ditemui pekan lalu.

Sehingga, kata dia, apabila segala rumusan berjalan lancar. Harapannya, pada minggu terakhir Oktober 2022 Disdikbud Kaltim sudah launching SMA/SMK yang ditunjuk sebagai sekolah percontohan penerapan kurikulum dual track.

Nantinya, tim efektif yang terbagi menjadi tim teknis dan tim administrasi, akan membantu pelaksanaan kurikulum dual track. Tim inilah yang akan mengatur mekanisme atau aturan teknis segala hal yang dibutuhkan. Agar penerapan kurikulum ini dapat diterapkan di sekolah percontohan.

Sementata untuk penunjukkan sekolah percontohan, masih akan pihaknya diskusikan. Karena penentuan sekolah yang akan ditunjuk sebagai percontohan memerlukan pendapat dari cabang-cabang dinas.

“Namun, filosofi awalnya kami akan memiliki sekolah 3T (terluar, terjauh, terdalam). Sehingga, nanti peningkatan keterampilan dan kompetensi akademik bisa kita tingkatkan. Sebagaimana tujuan dari kurikulum itu sendiri, yaitu inovasi dan perubahan,” paparnya.

Menurut Kurniawan, penerapan kurikulum dual track ini sangat penting. Karena memungkinkan siswa memiliki bekal keterampilan dan sertifikasi sejak masih duduk di bangku sekolah. Sehingga, ketika siswa lulus, sudah memiliki bekal untuk diserap dunia usaha dan industri.

Begitu pula untuk siswa SMK, keberadaan kurikulum ini bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi sehingga lebih siap untuk memasuki dunia kerja atau berwirausaha. Walaupun, bukan hal yang tidak mungkin, anak-anak tetap memilih untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Selain itu, potensi di sekitar sekolah akan menjadi penentu bekal kompetensi yang akan diberikan kepada siswanya. Misalnya, ketika sekolah dekat dengan tambang, maka siswa akan dibekali dengan kompetensi berkenaan dengan tambang.

Sehingga ketika lulus, mereka telah memiliki keterampilan berkenaan dengan pertambangan. Tentunya, di kemudian hari Disdikbud Kaltim akan mengupayakan adanya perjanjian agar penyerapan tenaga kerja bisa lebih maksimal dari lulusan ini.

“Untuk anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, nanti kita bekali dengan kemampuan akademik. Sehingga, lebih kompetitif saat bersaing memasuki perguruan tinggi. Nah, inilah harapan dari adanya kurikulum dual track,” jelasnya.(adv/disdikbudkaltim/vie)