Tingkat kesibukan arus lalu lintas di Kota Balikpapan belakangan tampaknya kian padat. Ini diperkirakan aktivitas masyarakat pekerja dan bisnis yang mulai menggeliat pasca melandainya pandemi Covid-19. Selain itu, mungkin dampak dari progres pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara (PPU), di mana Balikpapan sebagai kota penyangga.

Dari pemantauan radio KPFM Balikpapan, setidaknya secara fisik tergambar bahwa sejumlah kendaraan roda empat dengan plat nomor dari luar Kalimantan Timur (KT) tampak berseliweran pada jam-jam sibuk. Termasuk pada saat beraktivitas jelang malam. Sementara ini sekurangnya ada 34 kode plat nomor dari luar Kaltim yang menunjukkan mobilitas tinggi di dalam Kota Balikpapan.

Jumlah dan pergerakan yang terlihat cukup banyak adalah kendaraan dengan Plat B. Ini kode kendaraan untuk wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok. Apakah masuknya sejumlah kendaraan plat luar daerah ini bakal memberikan kontribusi kemacetan arus lalu lintas di Balikpapan kelak? Padahal yang diketahui, kerawanan macet sering terjadi saat adanya genangan air hujan di sejumlah titik. Salah satunya di kawasan jalan MT Haryono.

Yang menurut warga, hingga kini solusi banjir tersebut belum terpecahkan. Nah, mengutip data dari Korlantas Polri, jumlah kendaraan bermotor di Kaltim hingga 29 Mei 2022 mencapai 3.078.823 unit. Jumlah itu meliputi kendaraan bermotor jenis sepeda motor, mobil penumpang, mobil bus, mobil barang, dan kendaraan khusus.

Mobil barang terbanyak berada di Samarinda 53.443 unit. Mobil penumpang terbanyak berada di Balikpapan 94.104 unit. Bus terbanyak di Balikpapan 2.033 unit. Sepeda motor terbanyak di Samarinda 757.160 unit, dan kendaraan khusus terbanyak di Balikpapan 619 unit.

Di Kaltim, secara keseluruhan jumlah kendaraan bermotor paling banyak berada di Samarinda dengan total sebanyak 898.838 unit. Kemudian di Balikpapan sebanyak 695.362 unit. (yas)