Kota Balikpapan dikenal sebagai kota yang kondusif. Namun, hal itu mulai tercoreng dengan beberapa kejadian. Salah satunya yang terjadi baru-baru ini. Dua pemuda yang beralamat di RT 67 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara menjadi korban pengeroyokan belasan orang tak dikenal di kawasan Balikpapan Baru (BB), Sabtu (3/9) dini hari sekira pukul 01.00 Wita.

Kedua pemuda tersebut berinisial KK (18) dan AP (18) saat ditemui di rumahnya menceritakan kronologis kejadian pada saat mereka melakukan perjalanan dari Sepinggan menuju arah Pasar Segar, Balikpapan Baru.

Sebelum sampai Pasar Segar, mereka melihat segerombolan orang, dan keduanya dicegat. "Ada lagi ramai-ramai, kita dicegat, saya dipukul pakai balok," kata KK.

Beruntung KK mengenakan helm, sehingga masih selamat dan tidak mengalami luka serius. Sedangkan AP yang saat itu sebagai pengemudi motor, langsung ditendang, sehingga mereka beserta motor jatuh ke jalan dan mengalami luka-luka.

"Habis jatuh saya dipukuli, kemudian mereka pergi semua. Langsung kita ke kantor polisi melapor. Mereka ada 10 lebih, masih muda-muda semua," jelas KK.

Ternyata pada saat di Polresta, sudah ada korban lain yang melaporkan dengan kejadian yang hampir sama. Setelah melapor mereka dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

KK sendiri mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya akibat terjatuh dan dipukul. Sedangkan AP mengalami luka yang lebih parah di bagian tubuh, terutama wajah akibat pukulan berbagai macam benda yang digunakan oleh para pelaku.

Mereka hanya berharap para pelaku segera diamankan, karena cukup meresahkan. Pelaku layak mendapatkan hukuman yang sesuai, sehingga nantinya tidak ada korban lainnya.

Sementara itu Heni selaku Ketua RT 67 Kelurahan Batu Ampar berharap dengan adanya kejadian tersebut, pihak kepolisian lebih aktif lagi untuk melakukan patroli.

"Lebih diaktifkan lagi Bhabinkamtibmas ya, berkeliling di seputar wilayah kerjanya masing-masing, supaya dapat dipantau anak-anak yang sering kumpul di pinggir jalan," ujar Heni.

Heni merasa khawatir terhadap anak-anak bila keluar rumah dan berharap kepada para orangtua untuk bisa membatasi anaknya bila keluar rumah dan lebih waspada. (jam/cal)