Siapa yang tidak merasa khawatir dan resah bila ada anggota keluarga menjadi korban penganiayaan oleh orang yang tidak dikenal. Seperti halnya dirasakan oleh Suprihatin (49) warga RT 39 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, dimana putranya yang akrab disapa Sam ditikam pakai senjata tajam oleh orang tak dikenal. Kini Suprihatin takut jika anaknya keluar meninggalkan rumah.

"Kayak gini anak saya tergantung-gantung, mau jalan malam takut. Padahal ini (kejadian) sudah dilapor ke polisi," kata Suprihatin, Selasa (6/9). Dia berharap pelaku penusukan anaknya segera diamankan petugas dan mendapatkan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku, sehingga tidak ada korban lain.

"Kalau saya lanjut saja, supaya pelaku jera. Yang saya kepingin itu lanjut saja (diproses polisi), jadi anak saya keluar tenang, aman. Kalau saat ini anak saya nggak pernah keluar malam," harapnya.

Suprihatin menjelaskan kronologis kejadian anaknya mengalami penusukan sebulan lalu tepatnya pada 7 Agustus 2022 lalu. Berawal saat putranya (Sam) keluar rumah menggunakan sepeda motor bersama temannya yang menggunakan sepeda motor lain. Sesampainya di kawasan Balikpapan Baru, Sam berupaya mengejar laju kendaraan temannya.

"Temannya sudah duluan, dikejarnya itu. Ini (pelaku) disalipnya, itu asalnya anakku, nyalip saja sama orang yang nikam itu," jelasnya.

 

Tidak lama kemudian Sam dapat kabar kalau temannya disandera oleh pelaku. Pada saat Sam sudah berada di rumah, dia dihubungi temannya untuk menjemput di gapura perumahan Kompleks Ramayana KM 3,5.

"Dijemput lah. Temannya duduk saja di kursi dekat gapura. Ada 2 cowok sembunyi di belakang temannya. Nggak lama saat anakku turun dari sepeda motor, langsung dihantam hingga berdarah, lidah juga tergigit," imbuhnya.

Selanjutnya pelaku melakukan penikaman sebanyak 3 kali terhadap Sam, yang mengenai bagian paha, perut, dan pinggang.

Mengetahui hal itu, teman korban lari ke kompleks tantara Denzipur yang dekat dengan gapura Kompleks Ramayana. Selanjutnya menelepon kakaknya untuk minta bantuan. Dalam keadaan terluka, korban juga menyusul lari ke Denzipur.

Di Denzipur korban mendapatkan pertolongan pertama, selanjutnya pulang ke rumah diantar oleh 3 tentara. Setelah itu korban dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Polresta Balikpapan, namun hingga saat ini belum ada kabar kelanjutannya, diduga pelaku masih berkeliaran.

"Polisi belum tahu dimana dia (pelaku,Red.), sampai saat ini belum ketemu," jelas Suprihatin. Kini kondisi putranya sudah membaik, hanya di bagian bekas kena tusukan masih belum kering.

Sementara itu Ketua RT 39 Batu Ampar, Asri mengatakan, dengan kejadian tersebut berharap bisa menjadi pelajaran dan bisa bekerjasama antara semua pihak agar wilayah Batu Ampar tetap dalam kondisi aman. "Mungkin bisa ada kerjasamanya supaya kita mengamankan Kelurahan Batu Ampar ini," kata Asri.

Dia juga berharap penerangan jalan agar bisa ditambah, sehingga bisa mengurangi tindak kriminalitas di malam hari. (jam/cal)