Salah satu destinasi wisata alam yang berada di Desa Kelempang Sari, Kecamatan Kuaro yakni wisata hutan mangrove Lati Tuo menjadi daerah wisata yang menjadi prioritas wisata oleh pemerintah daerah.

Untuk mendukung kemajuan destinasi wisata di wilayah Kalimantan Timur khususnya di Kabupaten Paser, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur membentuk tim independen untuk melakukan penilaian panji-panji pembangunan Pariwisata di Paser Tahun 2022. Tim yang terdiri dari tiga orang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Abdul Rachim telah mendatangi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Kabupaten Paser.

Kepala Disporapar Paser Muksin mengatakan, pada dasarnya, Disporapar Paser telah mempersiapkan dokumen kelengkapan yang diperlukan oleh tim penilaian panji-panji keberhasilan pembangunan pariwisata di Paser.

"Sebenarnya dokumen yang diperlukan sudah ada dan siap, hanya saja berkaitan dengan perencanaan anggaran masih belum bisa dimunculkan, karena APBD perubahan juga belum ditetapkan," kata  Muksin, Kamis (8/9).

Muksin melanjutkan, saat ini tim tengah melakukan verifikasi di lapangan. Dalam penilaian ini Disporapar Paser mengajukan destinasi wisata magrove Lati Tuo, hal tersebut dikarenakan, Pokdarwis dan pemerintahan Desa Kelempang Sari sangat sinergis dan saling bekerjasama untuk memajukan sektor wisata.

"Pokdarwis dan pemerintahan desanya saling mendukung dan sinergis untuk memajukan sektor wisata. Makanya kami memilih wisata mangrove di Desa Kelempang Sari," ujarnya.

Sementara itu Ketua tim independen panji-panji keberhasilan pembangunan pariwisata Abdul Rachim mengatakan, dalam kunjungannya tersebut secara langsung diutus oleh Pemprov Kaltim untuk menilai sejumlah destinasi wisata unggulan di Paser.

"Kami bertugas untuk melakukan penilaian terhadap keberhasilan dari pemerintah kabupaten dalam melaksanakan pembangunan di sektor wisata," kata Abdul Rachim.

Abdul Rachim menambahkan, dalam tahap penilaian panji-panji keberhasilan terdapat beberapa poin penilaian, salah satunya berkaitan dengan dokumentasi destinasi wisata.

"Ada beberapa kelengkapan dokumentasi yang perlu dilengkapi oleh dinas maupun Pokdarwis, ini akan menjadi nilai tambahan dalam penilaian panji-panji keberhasilan," tambahnya.(tom/han)