Sebagian warga RT 38 Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat yang menjadi korban kebakaran pada Kamis (8/9) sore menempati posko pengungsian yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Ketua LPM Baru Ilirm Taufik Qulrahman pada Jumat (9/9) siang menyampaikan, sebagian korban dan warga yang terdampak, ada yang tinggal di rumah keluarganya.

"Saat ini baru terbuka posko, dan warga juga baru masuk di posko untuk penampungan di jam 12 malam, karena situasi dan kondisi yang harus dipersiapkan dulu," kata Taufik di posko.

Selain bantuan tenda, di posko penampungan juga berdatangan bantuan dari berbagai elemen masyarakat, seperti mi instan, air mineral, nasi kotak, dan lainnya.

"Mudah-mudahan ada donatur yang bisa untuk membantu beban mereka untuk bisa membangun kembali rumahnya," jelasnya.

Hingga kemarin para korban belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, selain tenda pengungsian. Korban juga belum bisa menerima bantuan uang sewa rumah, karena semua ada aturannya. "Karena uang sewa itu ada aturannya juga," imbuhnya.

Dari data terbaru yang didapatkan Taufik, ada 13 rumah terbakar, 7 rusak parah dan yang 6 tidak terlalu parah.

"Kurang lebih ada 34 KK, tapi warganya ada 100-an, cuma ada yang ditampung di tempat keluarganya," jelasnya.

Rencananya posko yang didirikan tersebut akan berlanjut hingga 7 hari kedepan, dan ada dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga yang menjadi korban. (jam/cal)