Seorang ibu rumah tangga bernama Sahlena (33) warga RT 38 Kelurahan Baru Ilir beserta kedua anaknya harus rela kehilangan tempat tinggal karena kebakaran yang terjadi pada Kamis (8/9) sore sekira pukul 16.45 Wita.

Saat ditemui di posko penampungan pada Jumat (9/9) kemarin, Sahlena menyampaikan dirinya beserta anaknya yang kecil saat kejadian tidak berada di rumah.

"Saya nggak ada di rumah, baru saja keluar ke kilo 2. Baru sampai sana, lalu ditelepon ada kebakaran, langsung pulang," kata Sahlena.

Sesampainya di Baru Ilir, ternyata rumahnya menjadi salah satu yang terbakar dan seisi rumah sudah hangus terbakar, kecuali beberapa surat penting.

"Sudah terbakar, sudah dikepung api, dinding-dinding atap sudah pada jatuhan. Ada anak saya yang besar umur 8 tahun sama bapak saya," jelasnya.

Dia bersyukur anak dan bapaknya yang berada di rumah dalam keadaan selamat, tak ada yang mengalami luka. Hanya saja harta benda tidak ada yang bisa diamankan.

"Kalau korban luka tidak ada. Kalau barang, semua nggak ada yang bisa diselamatkan, karena posisi api nggak ada yang lihat. Begitu lihat sudah gede," imbuhnya.

Selain rumah, Sahlena juga kehilangan dompet berisi SIM, KTP, ATM. Beruntung surat-surat rumah dan ijazah berhasil diselamatkan.

Sahlena mengalami kerugian uang tunai yang ikut terbakar sejumlah Rp 13 juta ditambah hartanya puluhan juta rupiah.

Dirinya yang baru 3 bulan mengalami musibah saat suaminya meninggal dunia, kini harus menanggung musibah kebakaran. Dia hanya bisa berharap bantuan dari pemerintah.

"Baru habis meninggal bapaknya, baru 3 bulan lalu. Mohon perhatian saja dari pemerintah. Saat ini bantuan ada pakaian, makanan. Untuk sewa rumah belum ada," harapnya. (jam/cal)