Objek wisata Gunung Embun atau Saing boga yang berada di Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, yang merupakan objek wisata andalan Kabupaten Paser. Saat ini tak hanya menyajikan pemandangan embun yang luar biasa saja, namun dalam waktu dekat objek wisata tersebut juga akan menyajikan olah raga para layang di objek wisata tersebut.

Kepala Disporapar Paser Muksin mengatakan, ini merupakan inovasi dalam pengembangan pariwisata di Paser yakni memadukan objek wisata dengan berolah raga.

" Ini yang menjadi pembeda dengan objek wisata lain, jadi kami akan membangun Sportourism namanya,selain pengunjung berwisata sekaligus berolahraga para layang.  Kedepan potensi itu yang dapat kami kembangkan," kata Muksin,Kamis (15/9).

Muksin melanjutkan, sudah 2 hari ini Disporapar paser bersama Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kaltim melakukan survei kelayakan venue olahraga paralayang di bukit embun. Dari hasil survei tersebut gunung embun dinyatakan layak dijadikan venue para layang.

" 2 kami datangkan atlit para layang untuk survei kelayakan disini, tadi dari  1 orang dari TNI AU juga uji coba dan 1 atlit para layang juga melakukan terjun menggunakan parasut para layang dan hasilnya memenuhi syarat," jelasnya.

Kedepannya bisa jadi gunung embun ini kata Muksin, akan menjadi pusat pelatihan atlit para layang Kaltim, pasalnya akses untuk menuju gunung embun sangat mudah untuk dicapai. Dari sisi take off, ia mengakui harus ada sedikit perbaikan yakni memangkas sedikit gundukan yang ada, dan dari sisi leanding atau tempat mendarat ada yang perlu diratakan.

" Hal ini yang akan segera kami tindak lanjuti dengan berkordinasi dengan pihak perusahaan PT AAMU, karena lokasi ini sebagian masuk kedalam lokasi perusahaan tersebut untuk pendaratan," ucapnya

Muksin melanjutkan, untuk lokasi pendaratan ada 2 lokasi, lokasi pertama masuk ke lokasi perusahaan dan 1 lokasi lagi tidak masuk, hal itu yang akan segera dikordinasikan dengan pihak perusahaan untuk meminjam lahan tersebut.

" Hal itu akan kami lakukan segera sebelum parade paralayang yang akan dilaksanakan di bulan Desember mendatang di gunung embun dalam rangka hari jadi Kabupaten Paser ke 63 tahun," jelasnya.

Pada parade tersebut Disporapar Paser akan mengundang atlet parang layang dari domestik maupun dari mancanegara untuk hadir dalam parade tersebut, untuk meramaikan parade paralayang ini," ujarnya.

Sementara itu Pilot Paralayang Dabil mengatakan, untuk lokasi gunung embun ini sangat bangus, dan sangat menarik sekali untuk atlet paralayang, terlebih lagi kedepannya jika dari take off sampai landing sudang siap semuanya tentu sangat bagus sekali.

"Sedangkan untuk durasi terbangnya kurang lebih selama 3 menit langsung kearah landing, pasalnya pada penerbangan sebelumnya belum pernah mencapai ketitik landing," jelasnya.

Untuk standarisasi lokasi ini terutama lokasi take off, kata Dabil, sangat aman sekali karna sangat jauh dari bandara pesawat, sangat jauh dari pepohonan tinggi, dan tentunya tempat ini sangat layak untuk dijadikan destinasi baru di Kaltim.

" Untuk yang harus dibenahi sedikit dari lokasi ini, mungkin untuk landingnya ya karena ada beberapa pohon tinggi yang cukup menyulitkan kami untuk landing," ujarnya.

Menurutnya, untuk kondisi anginnya sendiri, memerlukan angin dari arah selatan, sedangkan untuk kecepatan angin sendiri yang ada disini mencapai 15 kilometer/ jam, sedangkan untuk batasan angin paralayang bermain di gunung maksimal mencapai 20 kilometer/jam.

" Batasan itu diperuntukan bagi senior sedangkan junior cukup 10 kilometer/jam," jelasnya.

Dabil mengharapkan kedepan, harus ada atlet paralayang yang berasal dari daerah Paser, pasalnya venue ini sangat mendukung sekali untuk tempat berlatih.

" Tempat ini keren sekali karena ke training centernya dapet, ke prestasinya juga dapat," tambahnya.(tom/han)