Rencana duel tinju kelas berat yang mempertemukan dua petinju Inggris, yakni juara dunia versi WBC Tyson Fury dengan Anthony Joshua, mengalami kemajuan.

Pihak Joshua yang diwakili tim promotor Matchroom Boxing menyebut siap menerima semua persyaratan yang diajukan Fury demi terwujudnya duel itu. Mereka mengeluarkan pernyataan tersebut lewat media sosial. ”Kami menerima semua syarat,” tulis Matchroom dalam akun Twitter resmi mereka. 

Tidak lama berselang, promotor Fury, Frank Warren, langsung menanggapinya. Pria 70 tahun itu memastikan segera mengirimkan draf kontrak pertarungan ke pihak Joshua. ”Kami pastikan mereka segera memegangnya (surat kontrak, Red),” ucap Warren seperti dilansir Sky Sports.

Dalam tantangan yang diajukan sendiri, Fury menyebut hanya mau melawan Joshua jika dirinya mendapat hasil yang lebih besar dari keuntungan duel itu. Persentase yang dia sebut 60-40. Selain itu, Fury memberikan pilihan dua jadwal dan lokasi pertarungan yang berbeda. 

Yang pertama pada 26 November di Wembley Stadium. Satu lagi di Cardiff Stadium pada 3 Desember. ”Tidak ada kompromi. Ambil atau tinggalkan,” kata Fury saat kali pertama menantang Joshua melalui media sosial. Belakangan pihak Joshua menyebut memilih tarung pada 3 Desember.  

Rencana duel Fury versus Joshua sebenarnya sudah lama muncul. Namun, negosiasi selalu tersendat. Saat Joshua takluk untuk kali kedua di tangan Oleksandr Usyk bulan lalu, wacana duel itu juga makin redup.

Rumor yang berkembang ganti menjadi rencana duel Usyk melawan Fury untuk penyatuan gelar. Jika Fury pemegang sabuk WBC, Usyk kini adalah pemegang sabuk juara dunia kelas berat WBA, WBO, dan IBF. Dia mendapatkannya setelah menaklukkan Joshua. 

Tapi, rencana tarung itu menghilang setelah Usyk memastikan dirinya tidak mau naik ring lagi sampai akhir tahun. Menanggapi keputusan tersebut, Fury memutuskan mencari lawan baru sebelum 2022 habis yang akhirnya jatuh pada Joshua. (**)