Sebagai upaya menjaga pasokan BBM Subsidi agar tepat sasaran, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mulai menerapkan sistem pencatatan nomor polisi (nopol) kendaraan oleh petugas SPBU di wilayah Kalimantan. Sistem pencatatan nopol ini berfungsi untuk memastikan identitas kendaraan dan jumlah BBM subsidi yang dibeli sesuai dengan aturan yang berlaku serta tepat sasaran.

Namun bagi masyarakat yang sudah mendaftar program subsidi tepat dan memiliki Barcode/QR Code, pengendara cukup menunjukkan barcode tersebut kepada operator untuk dilakukan scan melalui alat EDC sebelum membeli BBM Subsidi.

Area Manager Communication & CSR Regional Kalimantan Susanto August Satria membenarkan perihal itu. Dikatakan, Pertamina mulai membiasakan pelayanan dengan sistem pencatatan nopol maupun penggunaan barcode subsidi tepat. “Apabila masyarakat sudah mendaftar di subsiditepat.mypertamina.id dan sudah menerima QR Code/barcode, maka pengendara cukup menunjukkan barcode tersebut di setiap transaksi BBM Subsidi,” kata Satria dalam keterangan persnya, Jumat (16/9).

Satria mejelaskan, barcode tersebut sudah berisi identitas kendaraan. Sehingga tidak perlu lagi dilakukan pencatatan nopol. “Apabila sudah memiliki barcode maka tinggal tunjukkan ke operator SPBU, lebih mudah dan tidak memakan waktu. Hal ini agar masyarakat terbiasa bertransaksi dengan scan barcode jika suatu saat nanti diterapkan,” tegas Satria.

Bagi masyarakat yang belum memiliki barcode diiimbau untuk segera mendaftar ke program subsidi tepat. Pertamina menyediakan tiga cara untuk melakukan registrasi, di antaranya dengan mendaftar ke website subsiditepat.mypertamina.id. Kemudian melalui aplikasi MyPertamina dan bisa juga datang langsung ke booth subsidi tepat yang tersedia di SPBU.

“Selanjutnya, apabila pengendara lolos verifikasi akan dikirimkan barcode yang dapat digunakan untuk melakukan pembelian BBM subsidi di SPBU,” ucapnya. (Fredy Janu/Kpfm)