Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berkomitmen penuh terhadap pemberian Beasiswa Kaltim. Usai menggelontorkan anggaran Beasiswa Kaltim di awal tahun 2022, Pemprov Kaltim akan menambah jumlahnya menjadi Rp300 miliar.

Anggaran Beasiswa Kaltim tahap pertama telah digelontorkan melalui APBD Murni 2022 sebesar Rp155 miliar. Dengan kata lain, Pemprov Kaltim kembali mengguyur anggaran untuk Beasiswa Kaltim sebesar Rp150 milir.

“Tahun ini kami akan tambah lagi Beasiswa Kaltim Rp150 miliar. Dari sebelumnya Rp155 miliar. Totalnya menjadi Rp300 miliar,” kata Isran Noor dalam sebuah kegiatan di Perpustakaan Universitas Mulawarman, Samarinda, Senin (12/9).

Dengan adanya penambahan anggaran ini, Isran menyebut, otomatis penerima Beasiswa Kaltim akan bertambah. Khususnya, penerima kategori Beasiswa Kaltim Tuntas.

Diketahui, saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim melalui Badan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur (BP-BPK) tengah melakukan validasi skoring berkenaan penerima Beasiswa Kaltim tahap kedua.

Validasi skoring itu dilakukan kepada pelamar Beasiswa Kaltim sebelumnya. Dengan melakukan skoring kepada pelamar yang belum kebagian beasiswa pada pengumuman pertama di Agustus lalu. Rencananya, penerima Beasiswa Kaltim tahap dua akan diumumkan pada Oktober mendatang.

“Jadi, mahasiswa yang sudah apply atau melamar, tidak perlu lagi mengajukan permohonan baru. Nanti yang di bawah nilainya akan otomatis tertarik ke atas. Artinya, ada sekitar 3.300 orang tambahan akan menerima beasiswa tuntas di tahun 2022 ini,” jelas mantan Bupati Kutai Timur dua periode ini.

Ia berharap, sekira 30-40 persen mahasiswa yang berasal dari Kaltim akan mendapatkan beasiswa ini. Sebab, menurut data yang tercatat di Pemprov Kaltim, ada sekira 153 ribu orang mahasiswa yang tengah menjalani pendidikan.

Jadi, apabila sekira 50 ribu orang mendapatkan beasiswa, maka akan membantu pendidikan putera puteri daerah dalam menyelesaikan pendidikan. Bahkan, ia memastikan, anggaran untuk Beasiswa Kaltim tahun depan akan terus berlanjut. Dengan nilai anggaran yang sama yaitu sekira Rp300 miliar.

“Jadi, itulah kira-kira bayangan bahwa masyarakat dan anak-anak kita harus mendapatkan dukungan yang kuat. Dalam menyelesaikan studi mereka, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Yang paling banyak dapat itu di Unmul, wajar saja karena tuan rumah,” ujar Isran. (adv/disdikbudkaltim/vie)