Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TPB) Balikpapan menerima beberapa pengaduan dari masyarakat, salah satunya terkait penipuan. Menurut keterangan dari Kepala KPPBC TPB melalui Kepala Penindakan Tri Hartono, belum lama ini, menyampaikan bahwa kasus penipuan merupakan isu nasional.

"Dan isunya ini bukan hanya di Bea Cukai Balikpapan, namun juga di seluruh kantor di Indonesia, makanya jadi isu nasional," kata Tri Hartono.Terkait penipuan, Tri Hartono menyampaikan pada tahun 2020 ada 57 kasus, tahun 2021 ada 25 kasus, tahun 2022 hingga 8 September lalu ada 41 kasus.

Tri menyebutkan ciri-ciri dari penipuan diantaranya pelaku menghubungi target dengan nomor pribadi. "Kemudian dia biasanya mengaku sebagai pejabat Bea Cukai dan mengancam pidana, bahkan dia juga mengirimkan id card dan segala macam," jelasnya.Selain itu, pelaku penipuan juga sering meminta transfer uang yang dikirimkan ke rekening pribadi.

"Bea Cukai zaman now tidak ada lagi transfer ke rekening pribadi, apapun tagihannya," imbuhnya.Dari beberapa laporan yang masuk, mereka tidak langsung mengadu ke kantor, namun banyak melalui website.Terkait modus penipuan secara nasional, termasuk di Balikpapan, menurutnya ada 3 modus. Salah satunya kiriman dari luar negeri.

"Kemudian yang kedua secara nasional adalah transaksi jual beli, inilah yang banyak terjadi di Balikpapan," tambahnya.Adapun modus yang satunya adalah sistem lelang. Padahal Bea Cukai tidak pernah melaksanakan lelang terhadap barang-barang. (jam/cal)