Naiknya harga BBM yang diumumkan pada Sabtu (3/9) lalu membuat efek domino kepada kenaikan beberapa harga sembako dan sayuran yang ada di wilayah Paser, salah satunya di Pasar Induk Penyembolum Senaken.

Salah seorang pedagang sembako, Siti, mengatakan, saat ini telah terjadi lonjakan harga sejumlah bahan pokok di tempat dagangannya.

"Pekan ini seperti tepung juga sudah naik harganya, kerupuk pun saya beli satu bal nya naik Rp 10 ribu, jadi eceran yang biasanya Rp 25 ribu jadi Rp 30 ribu," kata Siti, Senin (19/9).

Siti melanjutkan, untuk harga sayur mayur juga telah mengalami kenaikan, seperti kentang yang biasa dikisaran harga Rp 15 ribu, kini Rp 17 ribu sampai Rp 18 ribu per kilogram, dan harga wortel mencapai Rp 18 ribu perkilogramnya.

"Pokoknya rata-rata harganya naik, seperti sayuran-sayuran juga naik harganya," paparnya.

Sedangkan untuk komoditi bumbu dapur, kata Siti, beberapa diantaranya juga mengalami kenaikan, harga cabai telah mencapai Rp 80 ribu perkilogram, sementara harga bawang pekan ini mengalami penurunan.

"Kalau harga bawang mulai turun harganya, sementara cabai mulai naik lagi," ujarnya.

Sementara itu di tempat yang berbeda pedagang telur, Fauzi mengatakan, untuk harga telur juga tidak begitu merangkak naik sejak naiknya BBM, sebelum naiknya harga BBM, harga telur sudah tetap bertahan dikisaran harga tinggi.

"Telur harganya terus naik, namun bukan dipengaruhi harga BBM, sejak dua bulan lalu selalu naik, mulai dari harga Rp 48 ribu per rak nya sampai Rp 68 ribu," ucapnya.

Diketahui dari pantauan dilapangan, beberapa komoditi pangan ditemukan ada yang mengalami penurunan harga, seperti minyak goreng yang beberapa waktu lalu sempat terjadi lonjakan harga, kini telah mengalami penurunan.(tom/han)