Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Balikpapan mencatat sebanyak 184 ribu peserta BPJS kesehatan mandiri beralih ke peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah alias Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Adanya peralihan kepesertaan BPJS kesehatan mandiri ke PBI. Tahun lalu itu, 130 ribu peserta, awal Januari 2022 mencapai 160 ribu peserta. Kalau sekarang itu 184 ribu peserta, jadi naik terus,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Balikpapan, Sugiyanto, kepada Balikpapan Pos, Minggi (25/9).

Ia menjelaskan, peralihan kepesertaan BPJS kesehatan mandiri ke PBI kemungkinan disebabkan adanya peserta yang turun kelas dan ada juga pegawai perusahaan sudah tidak bekerja atau resain. Sehingga tidak memiliki pekerjaaan dan penghasilan, sehingga dijamin oleh pemerintah kota Balikpapan.

"Sebenarnya kalau masalah tarif peserta mandiri dan PBI itu, sama saja, yakni Rp42 ribu. Tapi kalau peserta mandiri itu disubsidi oleh pemerintah pusat dan daerah, sehingga mereka hanya membayar Rp35 ribu saja. Kalau PBI itu, dipotong dari pemerintah pusat Rp4.200 jadi yang harus dibayar pemerintah daerah itu Rp37.800," terangnya.

Dia mengatakan, untuk menjadi peserta BPJS kesehatan yang ditanggung pemerintah atau PBI. Itu, murni kewenangan pemerintah daerah, sedangkan untuk menjadi peserta PBI ada syaratnya.

Terkait mekanisme, Sugiyanto menjelaskan, bahwa ada beberapa prosedur yang harus dilakukan untuk memenuhi ketentuan dari Dinas Sosial (Dinsos).

Pertama, peserta melaporkan data diri dan anggota keluarganya ke Kelurahan dengan membawa Data Kependudukan (KTP dan Kartu Keluarga) untuk disampaikan ke Dinas Sosial.

Kedua, Dinsos akan melakukan verifikasi dan validasi data untuk memastikan peserta yang telah memenuhi kriteria. Setelah semua selesai baru akan dilaporkan ke pihak BPJS kesehatan.

"Jadi setelah semua mekanisme selesai, BPJS akan melakukan proses, dan setelah selesai peserta PBI sudah bisa aktif," pungkasnya.(djo/vie)