Penyakit mematikan yang menyerang kekebalan tubuh manusia masih jadi ancaman serius, seiring kasus yang terus meningkat.

 

TANJUNG REDEB – Penderita HIV/AIDS di Berau cukup tinggi. Selama periode Januari–Agustus tahun ini tercatat ada 17 kasus. Melihat kondisi ini, Dinas Kesehatan lebih aktif dan intensif turun ke lapangan untuk mengecek kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Berau Totoh Hermanto mengatakan, dalam dua tahun terakhir ada kendala dalam melakukan sosialisasi dan monitoring. Pasalnya, dengan diberlakukannya pembatasan kegiatan akibat pandemi Covid-19, membuat pihaknya sulit bergerak. “Kita mulai lagi tahun ini secara berkala kembali dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Sesuai prosedur yang berlaku, pihaknya akan memeriksa para pekerja seks komersial (PSK) yang berada di tempat hiburan malam (THM). Ia mengatakan, sistem jemput bola ini untuk mencegah semakin masifnya penularan HIV. “Kita lakukan pemeriksaan umum terlebih dahulu, termasuk urine dan darah,” paparnya.

Disinggung mengenai “penjaja liar” yang beroperasi di median jalan, Totoh mengatakan, mereka tersebut ilegal, karena tidak berada di lokalisasi. Karena dalam hal ini Diskes merupakan perangkat daerah yang bergerak sesuai tugas legalisasi.

Jadi sebelum datang ke penderita HIV, ia meminta agar pihak terkait dalam hal Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bisa membubarkan. “Lebih kepada penegakan perda, kita sulit pendataan dan pemeriksaan, karena mereka ini pindah-pindah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Totoh mengatakan, kolaborasi antar-Diskes dan Satpol PP bisa saja dilakukan. Dalam artian, Satpol PP bergerak mengamankan para PSK yang beroperasi di pinggir jalan. Dan kemudian dibawa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Diskes Berau. “Langkah ini bisa saja dilakukan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Berau Anang Saprani mengatakan, pihaknya mendukung penuh apa yang dilakukan oleh Diskes Berau, guna mencegah semakin banyaknya warga Berau yang terpapar HIV. “Kita siap turun ke jalan,” tuturnya.

Lanjut mantan camat Gunung Tabur ini, untuk kendala, memang tidak ada, namun para PSK biasanya langsung kabur jika melihat mobil patroli dari Satpol PP, sehingga tidak jarang terjadi kejar-kejaran. “Ada beberapa lokasi yang akan diincar. Tapi tidak bisa saya ungkap di media,” pungkasnya. (hmd/ind/k16)