– Pemerintah Kota Balikpapan berencana mulai menerapkan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) mulai awal tahun 2023 ini.

Kenaikan NJOP ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam memakai lipstik penerimaan yakni Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Plt Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan Idham menyampaikan, pihaknya saat ini tengah melakukan pengkajian untuk penerapan aturan tersebut.Di antaranya menyangkut kenaikan NJOP yang bakal berdampak pada besaran PBB yang harus dibayar oleh masyarakat.

“Rencana kenaikan NJOP ini akan diterapkan secara efektif pada awal tahun 2023 mendatang, namun untuk mendukung program tersebut pemerintah akan mengeluarkan program stimulus,” kata Idham ketika diwawancarai wartawan, belum lama ini.

Ia menuturkan bahwa untuk mendukung rencana kenaikan NJOP tersebut, pihaknya tengah melakukan kajian untuk memberikan stimulus atau diskon besaran PBB yang harus dibayar oleh masyarakat.

Karena pada dasarnya, penerapan kenaikan NJOP ini bertujuan untuk menaikkan pemasukan daerah dari BPHTB, setelah dilakukan penyesuaian nilai jual tanah dan bangunan.

“Pada dasarnya NJOP-nya akan tetap dinaikkan mendekati harga pasar di lokasi tersebut. Tapi nilai tagihan yang dimasukkan dalam PBB-nya akan diberikan diskon sehingga tetap lebih murah.

Program ini diharapkan memberikan dampak pada pemasukan dari BPHTB ketika orang melakukan jual beli tanah atau rumah,” ujarnya.

Untuk saat ini, pihaknya masih berupaya menyelesaikan proses updating atau pembaharuan data wajib pajak. Yang dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran. Karena untuk melakukan updating data itu melibatkan tim yang melaksanakan langsung door to door. (MAULANA/KPFM)