Polres Paser bekerja sama dengan Polsek Batu Engau berhasil mengamankan K (37) warga Desa Tampakan, Kecamatan Batu Engau pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban Maryono meninggal dunia.

Kasat Reskrim AKP Gandha Syah Hidayat, S.I.K, M.Si mengatakan, berdasarkan dari keterangan saksi yakni istri korban. Pada kamis, (29/9) sekiranya pukul 02.00 WITA, saat korban sedang tidur di rumah tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah depan rumah. Lalu istri korban mendengar suara dari tersangka K mengatakan " Ada Maryono kah,"?, lalu istri korban mengatakan ada dan membangunkan korban.

"Saksi yang merupakan istri korban tidak ada menaruh curiga sedikitpun, makanya istri korban langsung membangunkan korban," kata Gandha, saat ditemui, Jumat (30/9).

Gandha melanjutkan, pada saat korban telah dibangunkan oleh istrinya seketika langsung menuju pintu dan membuka pintu. Pada saat korban membuka pintu seketika tersangka langsung mengayunkan parang yang dibawanya ke arah korban. Seketika korban reflek dan menangkis mengunakan tangan kirinya yang mengakibatkan tangan korban putus.

"Korban ini sempat menangkis menggunakan tangan kirinya yang mengakibatkan tangan korban putus ditimpas menggunakan parang oleh tersangka," jelasnya.

Setelah itu tersangka, kata Gandha secara membabi buta terus menerus mengayunkan parangnya hingga melukai bagian tubuh korban di punggung, kepala dan jidat korban. Usai melakukan perbuatan tersebut tersangka pergi meninggalkan korban. Usai kejadian tersebut keluarga korban langsung membawa korban ke rumah sakit Batu Engau.

"Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat dan sempat mendapatkan penanganan awal, tidak lama kemudian korban dinyatakan meninggal dunia dirumah sakit karna luka bacokan yang cukup parah," bebernya.

Gandha melanjutkan, atas kejadian tersebut, istri korban langsung melaporkan kejadian berdarah yang telah dialami oleh suaminya. Berdasarkan  laporan tersebut pihak kepolisian segera melakukan pencarian tersangka, tak butuh waktu lama pada hari itu juga tersangka beserta barang bukti yakni sebilah parang yang digunakan untuk meninpas korban segera diamankan di Polsek Batu Engau untuk pemeriksan lebih lanjut.

"Saat ini tersangka beserta barang bukti sebilah parang serta pakaian korban telah diamankan di Polsek Batu Engau," ujarnya.

Berdasarkan dari pemeriksaan tersangka usai diamankan, tersangka mengaku sakit hati serta dendam kepada korban karena 5 tahun yang lalu tersangka pernah tersandung kasus narkoba, dan merasa ada warga yang ikut campur dan ikut melakukan pemukulan terhadap tersangka waktu 5 tahun yang lalu.

" Disinyalir warga yang memukul dan ikut campur itu, merupakan korban yang saat ini telah meninggal dunia. Atas kejadian tersebut tersangka terancam pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 351 ayat (3) KUHP, pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," jelasnya. (tom/han)